This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 17 April 2014

Lembaga yang Mengurus Daur Ulang Sampah khususnya Daerah Kampus

Lembaga yang Mengurus Daur Ulang Sampah khususnya Daerah Kampus
 
Pada dasarnya arti dari kata “daur ulang” adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa sampah adalah masalah yang sangat kompleks yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Sampah adalah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).
Dengan pernyataan di atas, sudah sepantasnya diadakan suatu lembaga dimana tugas utama dari lembaga tersebut untuk mengurus masalah sampah yang ada, khususnya daerah sekitar kampus kita tercinta ini.
Kita telah melihat sendiri bagaimana keadaan kampus kita ini apabila terjadi hujan terus menerus. Jalan-jalan tergenang oleh air, sampah-sampah yang berserakan akan hanyut terbawa air, bau busuk yang dihasilkan oleh sampah dan air kotor tersebut tercium dimana-mana. Dengan keadaan yang seperti itu, apakah kita hanya bisa diam dan menerima semua itu? Padahal kita sebagai mahasiswa harus bisa berfikir kritis terhadap semua yang terjadi dalam lingkungan kita termasuk keadaan lingkungan di universitas kita ini.
Dengan adanya lembaga yang khusus untuk menangani masalah daur ulang sampah ini, dapat menciptakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat. Karena dengan terbentuknya lembaga tersebut, mahasiswa dapat mempunyai rasa untuk lebih menjaga lingkungan dan mahasiswa akan lebih berfikir kreatif untuk memanfaatkan sampah-sampah agar bisa menjadi nilai ekonomis. Kegiatan tersebut akan memiliki dampak yang sangat banyak. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang sangat mengganggu, dapat juga dijadikan sebagai lahan bisnis bagi para mahasiswa di sela-sela kesibukan mereka.
Dalam melakukan daur ulang sampah, terdapat beberapa prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam mengelola sampah-sampah tersebut. Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:
1.      Mengurangi (reduce)
Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2.      Menggunakan kembali (bahasa Inggris: reuse)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
3.      Mendaur ulang (bahasa Inggris: recycle)
Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.      Mengganti (bahasa Inggris: replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Berikut adalah poin-poin penting dalam pengelolaan sampah dan rangkaian pembuangan sampah yang ideal:
1.      Pemilahan
Pemilahan dari sumber dihasilkannya sampah yang terdiri dari sampah organik dan anorgainik. Pemilihan sampah yang masih memiliki sumber energi tinggi Pemanfaatan kembali sampah yang memiliki resources bernilai tinggi.
2.      Pewadahan
Pewadahan individual disediakan di tingkat rumah dengan menyediakan 2 unit penampungan sampah terdiri dari sampah organic dan anorganik Pewadahan komunal (container atau TPS) khusus untuk menampung berbagai jenis sampah baik organik maupun anorganik seperti untuk sampah plastik, gelas, kertas, pakaian/tekstil, logam, sampah besar (bulky waste), sampah B3 (batu baterai, lampu neon, dll) dan lain-lain.
3.      Pengumpulan
Waktu pengumpulan door to door  setiap 1 sampai 2 hari. Waktu pengumpulan sampah dari TPS 1 x seminggu
4.      Pengangkutan
Pengumpulan sampah  dengan compactor truck berbeda untuk setiap jenis sampah.
5.      Daur Ulang
Contoh kegiatan daur ulang adalah antara lain adalah : Pemanfaatan kembali kertas bekas yang dapat digunakan terutama untuk keperluan eksternal. Plastik bekas diolah kembali untuk dijadikan sebagai bijih plastik untuk dijadikan berbagai peralatan rumah tangga seperti ember dll. Peralatan elektronik bekas dipisahkan setiap komponen pembangunnya (logam, plastik/kabel, baterai dll) dan dilakukan pemilahan untuk setiap komponen yang dapat digunakan kembali. Gelas/botol kaca dipisahkan berdasarkan warna gelas (putih, hijau dan gelap) dan dihancurkan.
6.      Composting
Composting dilakukan secara manual atau semi mekanis baik untuk skala individual, komunal maupun skala besar (di lokasi landfill). Pembuatan lubang biopori yang berfungsi upaya composting juga dan sebagai lubang resapan air.
7.      Biogas
Sampah organik sebagian diolah dengan alat digester sebagai energi (gas bio). Pemanfaatan gas bio antara lain untuk district heating, energi listrik, dan kompor untuk memasak.
8.      Incinerator
Incinerator komunal dengan kapasitas minimal per unitnya 500 ton per hari. Energi panas dari incinerator digunakan untuk district heating (T 50 – 70 derajat Celcius) dan supplai listrik (20 – 40 % pasokan listrik berasal dari incinerator). Emisi gas dari Incinerator sesuai dengan ketentuan standar kualitas udara termasuk komponen dioxin.
9.      Landfill
Landfill di fasilitasi oleh sarana utama dan saran penunjang yang lengkap. Pemadatan sampah mencapai kepadatan 700 – 800 ton/m3. Penutupan tanah harian dengan geo textile. Penutupan tanah intermediate memanfaatkan sisa konstruksi bangunan. Penutupan tanah akhir dilakukan dengan sangat ketat dan mencapai ketebalan 2 – 10m. Pengolahan gas dilengkapi dengan gas regulator, pompa pengisap gas, alat deteksi gas, turbin, boiler dan lain-lain. Pengolahan lindi (leachate) dilakukan dengan aerator atau oxidation pond. Efluennya harus dialirkan ke pipa sewerage yang menuju instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
Namun pada kenyataannya, Cara pengendalian sampah yang paling sederhana dan efektif adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan. Peran Pemerintah dalam hal ini juga sangat diperlukan, dengan peraturan-peraturan dan sangsi-sangsi yang ada, diharapkan bisa meminimalkan perusakan lingkungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bio Educationn

Universitas Jember



ANAK CUCUMU AKAN MENUAI HASIL PERBUATANMU

ANAK CUCUMU AKAN MENUAI HASIL PERBUATANMU

Fatih terbangun di atas tempat tidurnya, terbangun oleh sengatan matahari yang kian hari kian panas. Pagi hari itu serasa siang hari, “Uhuk – uhuk” fatih batuk karena debu yang terbawa angin kering dari jendela kamarnya, jendela kamar yang terletak tepat di samping kanan tempat tidurnya
Musim hujan telah berlalu, setelah banjir melanda kota tempat tinggal fatih, kini kekeringan melanda kota tersebut, tak lelah sedikitpun bencana terus melanda negeri ini.
Pemerintah negara tersebut tidak lagi sanggup menanggulangi bencana kekeringan yang terjadi di berbagai tempat, para petani gagal panen, beras terpaksa diimpor dari luar negeri. Petani pun semakin melarat.
Walapun pada saat itu tahun 2108 tetapi kehidupan di dunia justru terasa mundur, ketergantungan akan minyak bumi di tahun – tahun sebelumnya, telah membuat berbagai negara di dunia melakukan berbagai penelitian mengenai energi yang ramah lingkungan, namun sayangnya ketinggian dan keramahan teknologi itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan kaya dan miliarder, karena produk dari teknologi tersebut terlalu mahal.
Akibatnya, konsumsi minyak bumi yang semakin meningkat tajam setiap tahunnya. Dan Global Warming tak dapat terelakan, keegoisan generasi pada abad 21 telah dibalas oleh keganasan alam bumi tercinta. Fatih Fatahillah seorang anak berumur 17 tahun merasakan ganasnya alam pada saat itu. Ia pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, karena krisis energi telah membuat dunia otomotif nyaris mati. Tak ada lagi angkutan umum.
Es di kutub telah habis mencair, tak ada lagi tempat tinggal bagi pinguin dan beruang kutub pada saat itu. Tak mengherankan mereka tinggal kenangan keragaman satwa di ensklopedia. Badai yang tak pernah melanda negeri tempat tinggal Fatih, kini mulai mencicipi kawasan pemukiman disekitar tempat tinggal Fatih.
Tangisan bayi tetangga memekakan telinga, bayi yang merasa panas terus menerus menangis, ibunya mengipasi anak bayi itu dengan penuh kasih sayang. Tetapi tetap saja, tengan sang ibu yang memegang kipas tak kuat lagi mengimbangi panasnya iklim kota tempat tinggal Fatih.
Kenapa tidak menyalakan kipas listrik? Sayangnya pembangkit listrik tenaga minyak bumi tak lagi memiliki bahan bakar, pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga air pun masih sedikit. Maka pemadaman listrik tak terelakan.
Sejenak kita mundur ke waktu 1 abad silam, ketika kampanye ketahanan iklim sedang digembar – gemborkan, ketika pemborosan energi ratusan tahun telah terjadi, ketika pemborosan tersebut sekaligus memberikan efek rumah kaca pada langit akibat gas pembuangan yang mengapung di atmosfir memberikan efek rumah kaca terhadap daratan sejuta umat manusia di dunia.
Sejenak Ryan Fatahillah, calon kakek Fatih, peneliti perubahan iklim yang signifikan memikirkan berbagai macam solusi, kendaraan ramah lingkungan, Sistem Industri ramah lingkungan, energi alternatif, dan berbagai macam hal yang mengurangi penyebab Global Warming dan perubahan iklim di dunia.
Janganlah menjadi manusia yang egois, alam ini bukan hanya milik generasi kita, masih ada generasi – generasi selanjutnya yang ingin merasakan kesejukan pepohonan, jangan ditebang sembarangan, masih akan ada generasi yang ingin merasakan udara pagi yang sejuk nan teduh, jangan cemari dengan asap kendaraan. Masih ada generasi yang ingin merasakan keramahan hujan disaat musim panas, Masih ada generasi yang ingin menikmati iklim yang stabil, bukan panas yang tinggi yang bergantian dengan badai serta banjir yang melanda, akibat curah hujan yang menggila.
Semoga kita tidak cukup egois untuk selalu menggunakan mobil pribadi yang tempat duduknya tersisa untuk 4 orang. Semoga kita cukup rendah hati untuk menggunakan fasilitas transpotasi massal yang telah disediakan pemerintah demi generasi selanjutnya, demi negeri ini di masa depan, Indonesia Abad 22.

Jumat, 01 November 2013

FKIP Unej Jember

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


FKIP merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pengembangan SAINTEKS, yang menghasilkan Tenaga Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.
FKIP adalah institusi menghasilkan tenaga kependidikan yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan akan  besar nya permintaan tenaga pendidik dari lulusan FKIP. Ini berakibat semakin besarnya animo masyarakat terhadap FKIP.
Animo masyarakat untuk memilih FKIP semakin meningkat hal ini ditunjukkan dalam tabel berikut:
RATIO PENERIMAAN MAHASISWA BARU BERDASAR ANIMO DAN JUMLAH YANG DITERIMA
TAHUN AJARAN 2012/2013
No
Nama Program Studi
ANIMO
Diterima
Registrasi
Rasio
1
Pendidikan Matematika
1488
144
134
1 : 10.3
2
Pendidikan Fisika
962
140
127
1 : 6.9
3
Pendidikan Biologi
1594
140
120
1 : 11.4
4
Pendidikan Luar Sekolah
236
91
69
1 : 2.6
5
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
2251
174
165
1 : 12.9
6
Pendidikan Guru PAUD
495
112
94
1 : 4.4
7
Pendidikan Ekonomi
820
114
106
1 : 7.1
8
Pendidikan Sejarah
670
120
101
1 : 5.6
9
Pendidikan Bahasa Inggris
1260
116
109
1 : 10.9
10
Pend. Bahasa & Sastra Indonesia
1417
118
111
1 : 12

Visi FKIP adalah menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggul dalam pengembangan SAINTEKS, penghasil Tenaga Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.
MISI FKIP :
Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik dan profesi untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi.
Melaksanakan penelitian yang mendukung peleksanaan pendidikan dan pembelajaran untuk menghasilkan inovasi di bidang kependidikan.
Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung program bidang kependidikan. Mengembangkan sain, teknologi, dan seni yang mendukung pengembangan bidang kependidikan. Mengembangkan jaringan kerjasama dengan stakeholders dan lembaga lain dalam dan luar negeri. Mengembangkan sistem pengelolaan fakultas yang akuntabel. text here
           DAFTAR NAMA DOSEN FKIP
DOSEN PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
DOSEN PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
DOSEN PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS.
DOSEN PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
DOSEN PRODI PENDIDIKAN SEJARAH
DOSEN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI
DOSEN PRODI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
DOSEN PRODI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PRODI FKIP
1.      PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
2.      PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PG PAUD)
3.      PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
4.      PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (PBSI)
5.      PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
6.      PENDIDIKAN SEJARAH
7.      PENDIDIKAN EKONOMI
8.      PENDIDIKAN MATEMATIKA
9.      PENDIDIKAN FISIKA
10.  PENDIDIKAN BIOLOGI


HMPSPB LUMBA - LUMBA

HMPSPB LUMBA-LUMBA


HMPSPB Lumba-lumba adalah salah satu organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jember. HMPSPB lumba-lumba masuk ke dalam HMP Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ).
HMPSPB lumba-lumba adalah salah satu ekstra yang di fasilitaskan oleh fakultas keguruan dan ilmu pendidikan kepada semua mahasiswa khususnya pendidikan Biologi untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya dalam segala hal yang berhubungan dengan Biologi.
Berawal dari berdirinya program studi pendidikan biologi pada 18 Juli 1984 berdasarkan SK Dikti nomor 44/DIKTI/KEP/1984. Pada tanggal tersebut di mulailah awal perkuliahan pendidikan biologi di Universitas Jember. Pada masa awal-awal perkuliahan tersebutlah mulai tercetusnya ingin mendirikan sebuah organisasi yang dapat mewadahi mahasiswa pendidikan biologi itu sendiri. Di tahun pertama perkuliahan di pendidkan biologi muncul organisasi pertama kali bernama “ExBOr” (EXACT BIOLOGI ORGANISATION). berdirinya “ExBOr” belum ada esensi yang jelas bentuk organisasi ini. Pada tahun ketiga pendidikan biologi dan “ExBOr” berdiri, bertepatan setelah pulangnya prof. Sudarmadji. Ph. D, dari studi S2 di Amerika, nama “ExBOr” itu sendiri dipertanyakan dan mendapat kritikan untuk mengganti nama organisasi ini. Nama LUMBA-LUMBA inilah pertama kali di lontarkan oleh Dr. Suratno, M. Si yang kala itu menjabat sebagai ketua “ExBOr” dan ketua LUMBA-LUMBA pertama kali. Nama LUMBA-LUMBA ini kemudian disepakati oleh anggota organisasi ini dengan makna bahwasanya hewan ini mudah bersahabat dengan siapa saja. Pada masa Dr. Suratno, M. Si, ini juga lah muncul penyetaraan organisasi-organisasi mahasiswa pada program studi oleh PD III saat itu. Sehingga setelah itu terbentuklah HMPSPB LUMBA-LUMBA. Dalam perkembangannya HMPSPB LUMBA-LUMBA mengalami banyak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, di antaranya logo, logo yang kita lihat saat ini adalah perubahan dari lambang DNA dengan Lumba-lumba di dalam segi lima, dan sekarang hanya ada Lumba-lumba didalamnya.



Program Studi Pendidikan Biologi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI




Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Jember membekali mahasiswa dengan tiga kemampuan sekaligus yaitu guru yang profesional, peneliti yang briliant dan wirausahawan yang handal. Mahasiswa Pendidikan Biologi juga dibekali dengan kemampuan pengabdian masyarakat sehingga mereka akan peka terhadap lingkungan sosial ketika sudah lulus atau terjun ke masyarakat.

Mendukung visi universitas dan fakultas menjadi program studi yang unggung di tingkat nasional dalam bidang kependidikan biologi dan mampu berkompetisi dalam skala internasional. Serta bermakna bagi masyarakat dengan mengembangkan subjek-subjek perkuliahan kependidikan dan ilmu biologi (botani, zoologi, bioteknologi, ekologi, dan lingkungan). Berkarakter konservasi. Diselenggarakan menggunakan bahasa indonesia dan inggris dengan pendekatan jelajah alam sekitar, dan membekali mahasiswa agar mampu meneliti khususnya bidang penelitian biologi.


Rabu, 16 Oktober 2013

Pelantikan anggota baru 2013

Pelantikan Anggota Baru 2013


Pelantikan anggota baru tahun 2013 menurut Kak Siti Fanny Maria Ulfa lebih ribet dari pelantikan anggota baru tahun 2012. Tugas-tugas yang di berikan lebih banyak. Tugas pelantikan anggota baru 2013 sekarang misalnya harus mendapatkan tanda tangan teman seangkatan, semua panitia pelantikan anggota baru 2013 (kakak-kakak angkatan 2012), serta pengurus HMPSPB “Lumba-lumba”. Dan tanda tangan tersebut harus didapatkan secara sistematis. Harus mendapatkan tanda tangan dari semua teman seangkatan terlebih dahulu, baru bisa mendapatkan tanda tangan panitia. Tugas tersebut lebih berat dari tahun kemarin, namun manfaatnya juga lebih besar tahun ini. Mahasiswa baru tahun 2013 ini, di ajarkan untuk bersikap jujur (tidak memalsukan tanda tangan), taat (bersedia melakukan apa yang di suruh kakak senior untuk mendapatkan tanda tangan), sabar (sabar menunggu kakak-kakak selesai kuliah demi mendapatkan tanda tangan), kerja keras (rela mengejar-ngejar kakak-kakak dan rela menghafal nama-nama ilmiah untuk tanda tangan kakak senior), dan masih banyak manfaat lainnya.
Pada pelantikan kali ini terjadi kesalahan dari pihak panitia, ini bisa di katakan panitia masih belum siap dalam mempersiapkan kegiatan pelantikan anggota baru 2013. Kesalahan tersebut berupa stemple yang diberikan pada buku PAB salah, seharusnya stemple panitia, namun stemple yang di berikan stemple HMPSPB.
Dari semua kegiatan pelantikan anggota baru 2013 ini, pasti memiliki tujuan dan maksud yang baik. Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa baru, karena dengan kegiatan PAB semua mahasiswa baru bisa mengenal lebih dalam tentang semua hal mengenai prodi yang mereka pilih. Mahasiswa baru bisa lebih mengenal kakak-kakak senior, bisa mengetahui apa saja kegiatan-kegiatan kakak-kakak senior di kampus. Bisa mengenal lebih dekat dengan kakak senior, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan bisa saling tegur sapa.
Intinya kegiatan pelantikan anggota baru 2013 ini sangat penting dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, karena begitu banyaknya manfaat yang di hasilkan oleh kegiatan ini.


Biografi Melyyatul Aini

BIOGRAFIKU


Saya pernah belajar di SDN Sidomekar 07 Semboro tahun pelajaran 2006/2007. Waktu masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, saya pernah mengikuti lomba pramuka antar sekolah. Saya pernah belajar di sekolah menengah pertama tahun pelajaran 2009/2010 di SMPN 4 Tanggul. Pada waktu duduk di kelas VIII D saya pernah meraih juara 10 pararel dan peringkat 3 kelas. Saya mengikuti ekstrakurikuler bola volly pada waktu SMP. Saya melanjutkan sekolah di SMA N 2 Tanggul. Saya di terima di kelas X-G, dan berhasil meraih juara kelas pada semester 1 dan 2. Setiap siswa baru harus mengikuti ekstrakulikuler wajib, yaitu pramuka dan bisa memilih ekstrakulikuler pilihan. Saya mengikuti ekstrakulikuler pramuka, PMR, dan Koperasi. Pada waktu kenaikan kelas di lakukan penjurusan dan saya masuk kelas IPA, di kelas XI IPA 3. Dengan kesepakatan bersama, kelas XI IPA 3 memiliki nama lain atau nama julukan Densus 3. Di semester pertama saya berhasil meraih juara kelas sekaligus juara 1 pararel IPA, namun di semester kedua saya hanya mendapatkan juara 2 kelas. Pada waktu kelas XI, saya masih mengikuti ekstrakulikuler pramuka, PMR dan koperasi. Namun saya merasa kegiatan organisasi saya terlalu berlebihan sehingga saya memutuskan untuk berhenti menjadi anggota koperasi. Pada waktu liburan semester pertama saya pernah melakukan pendakian di Bandealit (perbatasan antara Jember dan Banyuwangi). Dan pada liburan kenaikan kelas, saya mengikuti pendakian ke Gunung Bromo. Pada waktu kelas XII, saya tidak mengikuti ekstrakurikuler apapun, karena semua siswa kelas XII dilarang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler apapun.
Pelajaran yang paling saya sukai yaitu matematika. Saya suka sekali dengan matematika, karena saya suka menghitung.  Pelajaran yang paling saya sukai yaitu matematika. Saya suka sekali dengan matematika, karena saya suka menghitung. Namun saya lemah dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karena menurut saya, bahasa itu membutuhkan ketelitian dan ketelatenan yang sangat besar.
Visi saya adalah menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi dan aktif dalam berorganisasi. Dan dapat mengembangkan potensi diri dalam pendidikan biologi.
Misi saya adalah dapat menjadi calon pendidik yang berprestasi dan dapat menemukan metode-metode baru dalam bidang pendidikan biologi. Menjadi mahasiswi yang bisa meraih nilai yang maksimal.

Cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang guru biologi yang bisa mengajarkan semua ilmu yang saya dapatkan dengan cara yang menarik, sehingga siswa yang saya ajar dapat memahami dengan baik materi-materi yang saya berikan.